Uji TDS dan TSS

A. TUJUAN PRAKTIKUM

Setelah mengikuti praktikum ini, praktikan dapat mengetahui dan mempraktekkan cara uji Total Suspended Solid (TSS) pada contoh air sungai dan tanah

Setelah mengikuti praktikum ini, praktikan dapat mengetahui dan mempraktekkan cara uji

Total Dissolved Solid (TDS) pada contoh air sungai dan tanah

B. TEORI DASAR

Salah satu parameter yang digunakan untuk menentukan kualitas air yaitu  jumlah padatan yang terdapat di dalam air. Berdasarkan standar yang telah ditetapkan, untuk mengetahui jumlah padatan di dalam air maka dapat dilakukan uji Total Suspended Solid (TSS) dan Total Dissolved Solid (TDS).

Total Suspended Solid (TSS) merupakan uji yang dilakukan untuk mengetahui jumlah residu pada contoh (sampel) air yang tertahan oleh saringan (maksimal 2 μm). Uji TSS menggunakan metode gravimetri, sebuah metode yang memanfaaatkan gravitasi untuk memisahkan padatan tersuspensi dan terlarut. Kertas saring (glass-fiber filter) yang dapat digunakan untuk uji TSS dan TDS yaitu Whatman Grade 934 AH (1,5 μm), Gelman type A/E (1,0 μm), dan E-D Scientific Specialities grade 161 (1,1 μm).

Total Dissolved Solid (TDS) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui jumlah padatan yang melewati saringan yang memiliki pori sebesar dua μm atau lebih kecil. Saat dipanaskan pada suhu sekitar 108oC, padatan terlarut yang melewati saringan akan mengalami dua kondisi yaitu mengalami penguapan dan tidak mengalami penguapan (tertinggal di cawan). Contoh (sampel) air yang ingin diuji sebaiknya tidak lebih dari 24 jam sejak pengambilannya agar tidak menimbulkan bias pada hasil pengujian TSS dan TDS.

C. ALAT DAN BAHAN

  1. Alat a. Desikator b. Timbangan analitik c. oven d. Kaca arloji
  2. Bahan a. Air Sampel b. Kertas Saring


D. PROSEDUR KERJA

  1. Persiapan Disiapkan cawan dan kertas saring sesuai kebutuhan pengujianCawan dan kertas saring dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 103oC – 105oC selama satu jam dengan tujuan untuk proses pengeringanCawan dan kertas saring ditimbang dan dicatat beratnyaLakukan tahapan (b) dan (c) sebanyak tiga sampai lima kali agar didapatkan berat cawan dan kertas saring yang konstanSebelum tahapan pengujian, hilangkan partikel besar yang terapung di atas contoh air agar tidak dihasilkan residu lebih dari 200 mg.
  2. Pengujian Uji TSSContoh (sampel) air dihomogenkan terlebih dahulu sebelum contoh air dituang ke gelas bakerContoh air dipindahkan ke gelas baker sebanyak 50 ml – 100 ml dengan menggunakan gelas ukur atau pipet ukurKertas saring diletakkan diatas corong dimana di bawahnya terdapat gelas baker untuk penampung air hasil penyaringanContoh (sampel) air dituang ke corong yang terdapat kertas saring.Kertas saring dipindahkan ke cawan porselen/cawan Gooch dengan menggunakan penjepitKertas saring dikeringkan di dalam oven dengan suhu 103oC – 105oC selama satu jam Kertas saring dimasukan ke dalam desikator
    • Kertas saring ditimbang dan dicatat beratnya
    • Lakukan tahapan (6), (7), dan (8) sebanyak tiga sampai lima kali atau sampai berat kertas saring berkurang minimal 4% dari penimbangan sebelumnya yang menunjukkan berat konstan telah didapatkan
    • Catat berat kertas saring yang berisi residu kering

b. Uji TDS

  1. Air hasil saringan dipindahkan ke dalam cawan yang telah diukur berat konstannya
  2. Cawan yang berisi padatan terlarut dimasukkan ke dalam oven dengan suhu sekitar 180 oC selama sekitar satu jam
  3. Cawan dipindahkan ke dalam desikator dengan tujuan untuk didinginkan
  4. Cawan ditimbang dengan menggunakan neraca analitik
  5. Lakukan tahapan (2), (3), dan (4) sebanyak tiga sampai lima kali atau sampai berat kertas saring berkurang minimal 4% dari penimbangan sebelumnya yang menunjukkan berat konstan telah didapatkan
  6. Catat berat cawan yang berisi residu kering


3. PERHITUNGAN

  1. Rumus TSS (mg/liter)

TSS = (A – B) x 1.000 / volume contoh air (ml) ……………………. (SNI 06-6989.3-2004)

A merupakan berat kertas saring + residu kering (mg) B merupakan berat kertas saring (mg)

b. Rumus TDS (mg/liter)

TDS = (B – A1) x 106 / ml contoh ………………………………………. (SNI 06-6989.27-2005)

A1 adalah berat tetap (g) cawan kosong setelah pemanasan

B adalah berat tetap (g) cawan berisi padatan terlarut total setelah pemanasan

REFERENSI

  1. Badan Standardisasi Nasional (BSN). 2004. Air dan Air Limbah-Bagian 3: Cara Uji Padatan Tersuspensi Total (Total Suspended Solid, TSS Secara Gravimetri (SNI 06- 6989.3-2004). Badan Standardisasi Nasional (BSN)
  2. Badan Standardisasi Nasional (BSN). 2005. Air dan Air Limbah-Bagian 27: Cara Uji Padatan Terlarut Total Secara Gravimetri (SNI 06-6989.27-2005). Badan Standardisasi Nasional (BSN)
penimbangan kasa
penyaringan