Uji Water Test Kit

Pengambilan Sampel

A. TUJUAN PRAKTIKUM

  1. Setelah mengikuti kegiatan praktikum ini, praktikan dapat melakukan melakukan pengukuran parameter kesadahan pada air contoh (sampel) dengan menggunakan water test kit
  2. Setelah mengikuti kegiatan praktikum ini, praktikan dapat melakukan melakukan pengukuran parameter pH pada air contoh (sampel) dengan menggunakan water test kit
  3. Setelah mengikuti kegiatan praktikum ini, praktikan dapat melakukan melakukan pengukuran parameter besi (Fe) pada air contoh (sampel) dengan menggunakan water test kit
  4. Setelah mengikuti kegiatan praktikum ini, praktikan dapat melakukan melakukan pengukuran parameter Chlor pada air contoh (sampel) dengan menggunakan water test kit

B.  TEORI DASAR

Air merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Air menjadi salah satu senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Maka dari itu, air yang digunakan sebagai bahan baku air minum dan keperluan higiene sanitasi harus dipastikan telah memenuhi syarat baku mutu. Pemerintah melalui intansi terkait harus melakukan monitoring berkala terhadap sumber air bersih yang digunakan oleh masyarakat.

Dalam menentukan kelayakan sumber air untuk keperluan higiene sanitasi maka standar yang digunakan yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017. Adapun air untuk keperluan air minum maka standar yang digunakan yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010. Dalam kedua peraturan tersebut telah diatur tentang beberapa parameter yang dapat diperiksa untuk mengetahui tingkat kualitas air.

Pengukuran parameter air dapat dilakukan dengan berbagai metode yang telah terstandardisasi seperti yang termuat dalam dokumen SNI. Selain itu, tahapan pengukuran parameter juga dapat dilihat dari buku panduan penggunaan alat yang digunakan untuk mengukur contoh (sampel) air. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur parameter tertentu pada contoh air yaitu Water Test Kit HACH. Terdapat empat parameter yang dapat diukur dengan Water Test Kit HACH yaitu Hardness (kesadahan), pH, dan Iron (Besi).

C. ALAT DAN BAHAN

Berikut alat dan bahan yang digunakan:

  1. Water Test Kit HACH
  2. Contoh (Sampel) air
  3. Botol contoh (sampel) air
  4. Termometer
  5. Handscoon
  6. Buku catatan pengukuran parameter

D. PROSEDUR KERJA

  1. Pengukuran Kesadahan (Hardness)

Berikut prosedur pengukuran parameter kesadahan (hardness) pada contoh (sampel) air:

  1. Disiapkan tabung (tube)
  2. Disiapkan botol pengujian
  3. Disiapkan larutan Buffer Solution (Hardness 1)
  4. Disiapkan larutan Hardness 2
  5. Disiapkan larutan Titrant Reagent (Hardness 3)
  6. Tabung (plastik) diisi air sampel
  7. Disiapkan contoh (sampel) air yang telah diambil sesuai prosedur (baca: bagian I)
  8. Air sampel pada tabung dituang ke dalam botol pengujian
  9. Tambahkan tiga tetes larutan Buffer Solution (Hardness 1) ke dalam botol pengujian kemudian dihomogenkan
  10. Tambahkan satu tetes larutan Hardness 2 ke dalam botol pengujian kemudian dihomogenkan
  11. Tambahkan larutan Titrant Reagent (Hardness 3) sampai terjadi perubahan warna dari merah ke biru. Jangan lupa menghitung jumlah tetesan dan dihomogen setiap kali meneteskan larutan.
  12. Hitung  hasilnya.  Satu tetes  Titrant  Reagent  (Hardness  3) sama dengan satu grain per gallon (gpg) hardness CaCO3. Satu gpg sama dengan 17.1 mg/L

2. Pengukuran pH Contoh (Sampel)Air

Berikut prosedur pengukuran parameter pH pada contoh (sampel) air:

  1. Disiapkan Color Comparator Box
  2. Disiapkan pH Color Disc
  3. Disiapkan dua tabung (tubes)
  4. Disiapkan contoh (sampel) air yang telah diambil sesuai prosedur (baca: bagian II)
  5. Disiapkan larutan pH Indikator Solution.Masukkan pH Color Disc ke dalam Color Comparator Box hingga melekat pada jarum penahan yang berada di bagian tengah
  6. Air contoh (sampel)dimasukkan ke dalam tabung (dua tabung) dengan takaran 5 ml atau sama dengan garis bawah pada tabung tersebut
  7. Satu tabungdimasukkan ke dalam Color Comparator Box dan diletakkan di sebelah kiri
  8. Tabung yang lain (tabung kedua)diteteskan larutan pH Indikator Solution sebanyak enam tetes. Setelah itu, dihomogenkan
  9. Tabung kedua dimasukkan ke dalam Color Comparator Box dan diletakkan di sebelah kanan
  10. Color Comparator Box yang berisi dua tabung diarahkan ke sumber cahaya (matahari atau lampu) kemudian cocokkan warna kedua tabung tersebut
  11. Baca hasil pengukuran pH nya

3. Pengukuran Besi (Fe) ContohAir

Berikut prosedur pengukuran parameter Besi (Fe) pada contoh (sampel) air:

  1. Disiapkan Color Comparator Box
  2. Disiapkan Iron Color Disc
  3. Disiapkan dua tabung (tubes)
  4. Disiapkan contoh (sampel) air yang telah diambil sesuai prosedur (baca: bagian II)
  5. Disiapkan serbuk FerroVer Iron Reagent
  6. Masukkan Iron Color Disc ke dalam Color Comparator Box hingga melekat pada jarum penahan yang berada di bagian tengah
  7. Air contoh (sampel) dimasukkan ke dalam tabung (dua tabung) dengan takaran 5 ml atau sama dengan garis bawah pada tabung tersebut
  8. Satu tabung dimasukkan ke dalam Color Comparator Box dan diletakkan di sebelah kiri
  9. Tabung yang lain (tabung kedua) diberi serbuk FerroVer Iron Reagent. Setelah itu, dihomogenkan
  10. Tabung kedua dimasukkan ke dalam Color Comparator Box dan diletakkan di sebelah kanan
  11. Color Comparator Box yang berisi dua tabung diarahkan ke sumber cahaya (matahari atau lampu) kemudian cocokkan warna kedua tabung tersebut
  12. Baca hasil pengukuran Fe

4. Pengukuran Chlorine

Berikut prosedur pengukuran parameter Chlorine pada contoh (sampel) air:

  1. Disiapkan Color Comparator Box
  2. Disiapkan Chlorine Color Disc
  3. Disiapkan dua tabung (tubes)
  4. Disiapkan contoh (sampel) air yang telah diambil sesuai prosedur (baca: bagian II)
  5. Disiapkan Total Chlorine Reagent
  6. Masukkan Chlorine Color Disc ke dalam Color Comparator Box hingga melekat pada jarum penahan yang berada di bagian tengah
  7. Air contoh (sampel) dimasukkan ke dalam tabung (dua tabung) dengan takaran 5 ml atau sama dengan garis bawah pada tabung tersebut
  8. Satu tabung dimasukkan ke dalam Color Comparator Box dan diletakkan di sebelah kiri
  9. Tabung yang lain (tabung kedua) diberi serbuk Total Chlorine Reagent. Setelah itu, dihomogenkan
  10. Tunggu sampai 3 menit
  11. Tabung kedua dimasukkan ke dalam Color Comparator Box dan diletakkan di sebelah kanan
  12. Color Comparator Box yang berisi dua tabung diarahkan ke sumber cahaya (matahari atau lampu) kemudian cocokkan warna kedua tabung tersebut
  13. Baca hasil pengukuran Chlorine

Catatan:

Untuk pengukuran suhu dilakukan secara terpisah dengan water test kit dengan menggunakan termometer

REFERENSI

  1. Badan Standardisasi Nasional (BSN). 1991. Metode Pengujian Kadar Besi dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Tungku Karbon (SNI 06-2525-1991). Badan Standardisasi Nasional (BSN).
  2. Badan Standardisasi Nasional (BSN). 1991. Metode Pengujian Kadar Besi dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Langsung (SNI 06-2523-1991). Badan Standardisasi Nasional (BSN).
  3. HACH Company. 2006. Manual Procedure: Chlorine, Hardness, Iron, dan pH Test. HACH Company
  4. Kementerian Kesehatan. 2010. Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Kementerian Kesehatan.
  5. Kementerian Kesehatan. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan No. 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, Dan Pemandian Umum. Kementerian Kesehatan.
pengukuran DO
uji kesadahan
uji Fe